Since, I can’t fall asleep in this room
I might as well try flying in the night
Sighing by the window
Under the moonlight, I feel like escaping to somewhere far away
Even though it seems like I’m flapping my wings
What should I do?
I want to fly well
I don’t know how to fly
If only someone would teach me how
Don’t wait too much for chances
Every morning repeats itself
I grow tired of counting them
I’m going to draw the skyline
I don’t know how to fly
I might be flying, I’m not sure
I want to fly well
But I’m going to fly
I want to fly well
In order to learn how to fly
I want to fly in the sky
2009 telah berlalu dan tak akan pernah terulang. Sekarang saya merasakan tahun 2010. Pertengahan tahun 2010 nanti adalah tahun perak saya (aaargggghhhh…), entah bagaimana saya harus mengungkapkan bahwa saya benar-benar menjadi gadis dewasa. Ternyata waktu berjalan begitu cepat, meski dihitung hari-hari berjalan lambat, namun akumulasinya begitu cepat. Ya benar, sekarang sudah 2010, apa yang harus kita lakukan di tahun ini?
Rasanya saat menoleh kebelakang, secercah senyum mencerahkan wajah saya, senyumnya menjadi begitu manis, seperti kata orang, jika saya tersenyum, kedua lesung pipi akan muncul, yah minimal berbagi rasa manis…hehehhe..meski jalan di belakang kemarin terkadang pahit, tetapi tidak dipungkiri, kehidupan memang nano nano, manis, asam dan asin.
***
Saya adalah orang yang pantang menyerah. Saya yakin bahwa segala sesuatu jika diyakini bisa maka pasti tak mustahil diraih. Tetapi semua yang saya jalani memang terencana dengan baik, tidak tergesa-gesa namun pasti. Kegagalan bukan hal yang menakutkan bagi saya. Justru kesuksesan yang saya raih selalu berawal dari kegagalan. Dari kegagalan pula saya jadi banyak belajar.
Kemudian…
Pengalaman itu membentuk saya lebih baik lagi. Satu kunci kesuksesan bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan janganlah mengandalkan diri sendiri, intinya adalah menyerahkan segala sesuatu pada Tuhan, supaya Tuhan yang bekerja. Meskipun saya bukan orang yang terlalu religius, tetapi saya orang yang sangat mengandalkan Tuhan dalam kehidupan. Saya menjadi takut jika apa yang saya jalani berdasarkan keinginan saya sendiri. Saya percaya bahwa ada sesuatu di Atas sana yang begitu abstrak tapi sangat nyata di kehidupan saya yang terus bekerja dengan luar biasa.
***
Tahun 2009 merupakan tahun yang luar biasa buat saya. Bisa dibilang tahun kemarin Tuhan banyak memberi hadiah bagi saya. Banyak doa-doa saya yang saya panjatkan ditahun-tahun sebelumnya terjawab di tahun 2009 lalu. Yang bisa saya lakukan hanya mengucap syukur. Saya bahagia karena saya banyak belajar di tempat kerja, saya bahagia karena Tuhan menempatkan saya ditengah orang-orang yang ramah dan baik, atas berkat rejeki dari Tuhan, saya pun bahagia karena meski awalnya heran mengapa harus di kota kecil Palangkaraya ini saya harus mengabdi pada akhirnya saya tau bahwa saya akan lebih berarti disini dibanding tempat lain, selain itu saya merasa lebih tenang dan jauh dari kehidupan hedonis seperti di Jawa. Tahun 2009 juga membuat saya bahagia karena orang tua yang semakin berubah dan dipulihkan, rumah bagai surga bagi saya, bahagia bisa berbagi rejeki untuk orang tua. Bahagia pula karena kekasih yang begitu sabar dan setia. Semua adalah buah dari kesabaran, ketekunan dan doa.
Tapi tahun 2009 juga sempat membuat saya sedih. Sedih karena beberapa sahabat dan saudara saya terpuruk oleh musibah dan tangis. Meski saya tau bahwa kehidupan bagai roda, terkadang diatas dan terkadang dibawah. Tapi saya berdoa bagi mereka agar kuat menjalaninya seperti saya pernah berhasil melewati masa-masa sulit. Setiap permasalahan dialami orang berbeda-beda, tapi percayalah itu akan terus mendewasakan kita.
*****
Ada kebiasaan yang saya lakukan di awal pergantian tahun. Saya selalu menuliskan di diary saya harapan dan impian di tahun depan. Meski sekarang saya menjadi lebih suka nge-blog daripada nulis diary. Pastinya tahun depan adalah perbaikan dari tahun sekarang. Biasanya saya akan menulis target capaian-capaian yang realistis mungkin saya raih di satu tahun itu. Sesungguhnya ada banyak impian saya yang tercapai diluar dugaan, namun dan bagaimanapun hidup harus terus belajar. Bukankah air pengetahuan tidak hanya seluas cawan, lebih dari itu volume air seluas samudra. Maka sangat bijak jika kita jangan terus berada dalam cawan yang sama terus menerus. Yang pasti saya punya impian mencari beasiswa. Itu impian saya, tetapi saya percaya untuk meraihnya tidak mudah dan cepat. Sama seperti bagaimana saya memperoleh pekerjaan di WWF-Indonesia. Saya masih gagal di TOEFL Test, itu tandanya saya masih harus belajar. Yang pasti saya tau untuk meraihnya bukan sekedar dapat, tetapi dapat dan tepat.
Ya, terbang dengan baik
Tetapi entah bagaimana meraih itu
Saya harus mempelajarinya
Agar saya dapat terbang dengan baik.
But I’m going to fly
I want to fly well
I’m going to draw the skyline
No comments:
Post a Comment