Saturday, December 26, 2009

kado natal

Natal bukan salju, Natal selalu hujan. Di kota Malang.
Setiap tahun, semenjak berkelana meninggalkan kota Malang, akhir tahun adalah waktu terbaik untuk kembali bertemu keluarga merayakan natal bersama. Jika gerimis dan hujan mulai membasahi Malang sepanjang hari, dan udara dingin menusuk, itu pertanda Natal telah tiba.

1992
Udara dusun Sengkaling, Malang selalu dingin, aku masih terkantuk-kantuk setelah semalam melewati malam natal. Rasanya mimpi semalam memang nyata bertemu sinterklas, tokoh berjenggot yang selalu memberi hadiah pada anak-anak saat malam natal. Mentari pagi mulai mengintip. Mataku masih terlalu berat dan tak kuasa membukanya, begitu nikmat diatas empuknya tempat tidur kapukku. Tapi sejujurnya pikiranku telah melayang-layang, hari ini hari natal, sebentar lagi harus bersiap-siap pergi ke gereja, tapi terus terang aku masih tersedih karena semalam tidak ada kado yang di berikan mama Ani seperti tahun-tahun sebelumnya. Hem…bukankan natal adalah hadiah, lalu mana hadiah untukku. Meskipun sebuah baju manis berwarna pink dibelikan mama kemarin, tetapi aku tetap mengharapkan hadiah di malam natal. Aku berusaha membuyarkan pikiranku, dan mencoba membuka mata, agar sejenak bisa menyadarkan diri. Kabur-kabur kulihat di depanku, meski baru setengah watt, sepertinya ada sebuah bungkusan di sebelah bantal. Hah???benarkah dongeng santa clause itu? Kenapa benar ada hadiah di tempat tidurku?, aku lekas membukanya dan kantuk di mataku hilang, ha? Sebuah diary kecll yang manis sekali.

2009

Diary kecil yang manis itu yang akhirnya selalu mengajarkanku menulis. Pikiran-pikiranku terus menerus dipenuhi dengan kenangan masa kecil, pohon-pohon Natal yang besar, hiasan-hiasan yang berkilauan, latihan operet natal dengan peran membanggakan sebagai Malaikat, hadiah-hadiah istimewa dan kasih yang saling kami bagikan dalam gereja. Setiap kali saya berpikir tentang masa-masa itu, rasanya ingin kembali, menjadi gadis lugu yang selalu menantikan natal tiap tahun, menantikan natal berarti kado baru, baju baru, bermain operet/drama natal, banyak makanan, mendapat kesempatan menggunakan make up karena ikut operet, dan lain-lainnnnn.

Sudah 24 Natal yang saya lewati dalam hidup saya. Masing-masing memiliki ceritanya sendiri. Tidak semuanya manis, tetapi tidak satupun yang disesali. Tetapi tahun ini sepertinya Natal paling luar biasa dalam s ejarah 24 kali natal ini. Yang membuat saya takjub adalah tahun 2009  merupakan tahun penuh berkat. Waktu dimana Tuhan sedang memberi banyak tawa dan sukacita dalam hidup saya. Tahun dimana Tuhan mengajarkan saya mengenai arti hidup dan diakhir tahun, hadiah terindah-Nya adalah keluarga, kekasih dan teman yang ada disekeliling saya.

Saya tidak mengharapkan ini awalnya, tetapi Ia memberi lebih dari apa yang saya harapkan. Sesungguhnya terang yang besar telah menerobos masuk memberi harapan bagi gelapnya jagat. Surya pagi dari tempat yang tinggi telah menyinari kami yang dulu diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut. Namun, Allah yang melawat manusia dalam peristiwa natal kiranya memberikan damai sejahtera kepada kita.

Pagi ini saya terbangun, masih tetap terkantuk, tapi dengan penuh senyuman. Bukan mengharapkan kado diary lagi, seperti  17 tahun lalu, tetapi saya tau, kado yang Dia berikan pada tahun ini sungguh sangat sempurna.

No comments:

Post a Comment