Hi Panjul,
aku gagal lagi.
aku di tolak kesekian kalinya untuk mendapatkan beasiswa.
aku tak diterima oleh Universitas.
aku gagal lagi di test English.
siang tadi, email penolakan itu membuat letih.
aku sudah mempersiapkannya sejak setahun yang lalu.
tapi semua terasa sia sia.
apakah aku harus menyerah?
tidak. itu bukanlah diriku yang kukenal.
tidak ada kata menyerah dalam kamus hidupku.
Hi Panjul,
sosok seperti apa yang kau pikirkan tentangku?
menurutmu siapa aku?
apakah aku bisa menggapai impianku?
bolehkah aku mencoba lagi?
Showing posts with label siPanjul. Show all posts
Showing posts with label siPanjul. Show all posts
Sunday, May 10, 2015
Tuesday, March 17, 2015
apakah kamu sudah semakin dewasa?
Panjul: mengapa kamu bertanya itu?
Si Gadis: Aku hanya ingin tau, apakah dia semakin dewasa?
Panjul: mengapa begitu tiba-tiba?
Si gadis: tidak tau, tiba-tiba teringat dia.
Panjul: waktu selalu mendewasakan seseorang.
Si gadis: begitukah?
Panjul: begitu pula yang kamu alami sendiri bukan? kekanakan dan emosi labilmu dimasa lalu itu..
Si gadis: ya...
Si Gadis: Aku hanya ingin tau, apakah dia semakin dewasa?
Panjul: mengapa begitu tiba-tiba?
Si gadis: tidak tau, tiba-tiba teringat dia.
Panjul: waktu selalu mendewasakan seseorang.
Si gadis: begitukah?
Panjul: begitu pula yang kamu alami sendiri bukan? kekanakan dan emosi labilmu dimasa lalu itu..
Si gadis: ya...
Saturday, November 9, 2013
--terdengar suara itu--
Sepertinya cukup lama aku tak memperhatikan nyanyianmu lagi.
Pagiku selalu dilewati dengan melupakanmu. Maaf sahabat. Beberapa
hari ini aku bahkan melewatkan saat teduh. Aku mengacuhkan sang Penciptaku yang
sangat mencintaiku. Maaf.
Dear Panjul,
Akhir-akhir ini aku menyadari sesuatu. Suara-suara yang lama
memekik telingaku. Namun aku tau bahwa itu pengingat akan mimpiku dimasa lalu.
Membuat orang lain bahagia.
Hidupku terlalu terpusat padaku. Aku. Aku dan aku.
Aku berdalih seolah-olah tak ingin menyakiti siapapun.
Padahal sesungguhnya aku takut menyakiti diriku sendiri. Aku bekerja di sebuah
organisasi social yang melayani banyak orang. Padahal sesungguhnya aku ingin
menyelamatkan diriku.
Monday, April 8, 2013
10 years long way from home (part2)
Hai Panjul,
Sore ini aku sangat senang mendengar nyanyianmu. Meski hujan tidak turun hari ini, tapi cuaca begitu indah. Bandung terasa sangat dingin akhir-akhir ini, sepertinya kemarau mulai memberikan sinyalnya. Meskipun suhu udara mencapai 23 derajat celcius, seperti biasa, aku tetap dengan celana pendek berkaos tanpa lengan. Hanya itu kostum paling nyaman untuk tidur. Sampai saat ini aku belum bisa membayangkan bagaimana jika suatu saat aku tinggal di negara iklim sedang dimusim salju. Apa aku masih bertahan dengan tidur bercelana pendek? hemmm..
Hari-hari ini, entah angin apa yang membuatku membuka kembali buku harian - 10 years long way from home -. Cukup menarik untuk dibaca, beberapa membuatku tersenyum karena kebanyakan impianku yang tertulis kini tercapai dengan maksimal. Ada beberapa yang belum, but i believe God has planned something great for me :). Membukanya halaman demi halaman, membaca sisi lain diriku yang tak pernah kutampakkan dalam dunia nyata, serta menertawakan kegalauan masa lalu #eaaa
Sore ini aku sangat senang mendengar nyanyianmu. Meski hujan tidak turun hari ini, tapi cuaca begitu indah. Bandung terasa sangat dingin akhir-akhir ini, sepertinya kemarau mulai memberikan sinyalnya. Meskipun suhu udara mencapai 23 derajat celcius, seperti biasa, aku tetap dengan celana pendek berkaos tanpa lengan. Hanya itu kostum paling nyaman untuk tidur. Sampai saat ini aku belum bisa membayangkan bagaimana jika suatu saat aku tinggal di negara iklim sedang dimusim salju. Apa aku masih bertahan dengan tidur bercelana pendek? hemmm..
Hari-hari ini, entah angin apa yang membuatku membuka kembali buku harian - 10 years long way from home -. Cukup menarik untuk dibaca, beberapa membuatku tersenyum karena kebanyakan impianku yang tertulis kini tercapai dengan maksimal. Ada beberapa yang belum, but i believe God has planned something great for me :). Membukanya halaman demi halaman, membaca sisi lain diriku yang tak pernah kutampakkan dalam dunia nyata, serta menertawakan kegalauan masa lalu #eaaa
Monday, January 7, 2013
Panjul, sahabat baruku
Aku punya sahabat baru. Namanya Panjul. Perkenalan pertama kami saat aku duduk di balkon kost di hari pertama ditahun 2013. Aku baru menyadari bahwa sebenarnya Panjul tinggal didekat kediamanku sudah sejak lama. Tapi entah mengapa, sore itu aku dipertemukan dengan dia.
Setelah 6 bulan tinggal di kediaman ini, tidak sekalipun aku sempat merebahkan diri di balkon depan kamar. Rasanya hari-hari lalu sangat disibukkan dengan aktifitas, saat waktu renggangpun, aku hanya mengurung diri dikamar menikmati kesendirian. Namun, sore itu, entah angin apa yang membawaku terduduk beberapa menit di depan balkon, menikmati mendungnya langit, mencium bau tanah yang basah sisa hujan siang tadi.
Lalu datang dan hinggap seekor burung tak jauh dari pohon mangga depan rumah, dipatuk-patukkannya paruh pada batang pohon itu, mengarahkan matanya padaku seolah-olah menyapa dan berkenalan denganku. Tertegun aku memperhatikannya tanpa mengedipkan mata. Kemudian dia terbang bebas dan lepas, mungkin kembali ke sarangnya yang tak jauh dari situ, mungkin kembali pada anak-anak burungnya yang masih belajar bercicit.
Setelah 6 bulan tinggal di kediaman ini, tidak sekalipun aku sempat merebahkan diri di balkon depan kamar. Rasanya hari-hari lalu sangat disibukkan dengan aktifitas, saat waktu renggangpun, aku hanya mengurung diri dikamar menikmati kesendirian. Namun, sore itu, entah angin apa yang membawaku terduduk beberapa menit di depan balkon, menikmati mendungnya langit, mencium bau tanah yang basah sisa hujan siang tadi.
Lalu datang dan hinggap seekor burung tak jauh dari pohon mangga depan rumah, dipatuk-patukkannya paruh pada batang pohon itu, mengarahkan matanya padaku seolah-olah menyapa dan berkenalan denganku. Tertegun aku memperhatikannya tanpa mengedipkan mata. Kemudian dia terbang bebas dan lepas, mungkin kembali ke sarangnya yang tak jauh dari situ, mungkin kembali pada anak-anak burungnya yang masih belajar bercicit.
Subscribe to:
Posts (Atom)
