Sunday, February 21, 2010

Tuhan Bekerja Diatas Kelemahan Kita

Kelemahan merupakan suatu keterbatasan yang kita warisi atau kita dapatkan karena adanya suatu keadaan atau peristiwa yang terjadi dimana kita tidak punya kuasa untuk menolaknya. Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, baik itu secara fisik, emosi maupun intelektual. Karena itulah tidak seharusnya seseorang bermegah atau membanggakan diri sendiri (M-Times).


Sejak saya bergabung dalam sebuah kehidupan sosial mulai dari Taman Kanak-kanak hingga SLTP, karena tubuh yang begitu mungil membuat rasa tidak percaya diri saya begitu besar. Saya seolah hanya kurcaci yang pecundang. Saya orang yang sakit-sakitan, keluar masuk dokter setiap bulan. Saya cenderung pendiam dan penyendiri. Saat TK dan SD, saya selalu bergaul dengan kelompok terpinggirkan dan menjadi sasaran iseng kelompok “gaul” di sekolah. Saya juga minder karena tidak lancar berbahasa jawa. Dibangku SLTP, meski menduduki kelas favorit, saya bukan siapa-siapa dan tak punya pengaruh di sekolah. Bahkan, memasuki SMU prestasi akademik saya menurun, saya tak pernah lagi meraih 3 besar seperti sebelumnya, bahkan saya menghindari ujian masuk UMPTN.


Saat Kuliah di Universitas, saya berada dikalangan orang-orang yang memiliki tingkat perekonomian diatas rata-rata. Masa yang berat lagi saat keluarga saya mengalami kebangkrutan di semester ke-2 kuliah. Saya terancam tidak meneruskan kuliah saat itu karena biaya yang begitu mahal. Tapi rasanya bersyukur, karena bantuan selalu ada. Saya tidak peduli saat teman-teman membicarakan menu makanan saya yang hanya tempe tahu + air putih, atau baju saya yang itu-itu saja. Ditengah kehidupan sekitar saya yang hedonis, saya berusaha bertahan hidup sebagai freelancer. Disaat sahabat-sahabat saya seminggu sekali beli baju baru, parfum dan make-up. Saya tampil sebagai gadis yang tomboy dan low cost.


Dari kesemuanya itu adalah satu hal yang harus kita perhatikan yaitu kelemahan bukanlah merupakan masalah utama, namun yang terpenting bagi kita adalah apa yang kita kerjakan ketika menyadari bahwa ada suatu kelemahan dalam diri kita. “Segala perkara dapat kita tanggung di dalam Tuhan karena Dia yang memberi kekuatan (Filipi 4:13)”, ayat itu selalu diajarkan oleh orang tua saya untuk menyebutkannya dalam setiap waktu. Ayat itu yang membawa saya maju dalam Pemilu Siswa sebagai Sekretaris Umum OSIS, Ketua Pengawas Koperasi SMU, Ketua Kelompok Ilmiah Remaja SMU, Wakil Ketua HMPS Ilmu Komunikasi, Wakil Ketua Kelompok Profesi Public Relations UAJY, dan beberapa lainnya.


Saya semakin menyadari, adakalanya Tuhan mengijinkan ada kelemahan dalam hidup kita dengan tujuan agar kita bisa belajar rendah hati dan juga menunjukkan kuasaNya atas kita. Ternyata benar, banyak orang disekitar saya satu persatu jatuh karena kesombongannya. Kita adalah bejana-bejana tanah liat, Tuhanlah penjunannya. Saat kita ijinkan Tuhan bekerja melalui kelemahan kita, Dia akan membentuk kita jadi bejana yang luar biasa. Begitu bukan?.


“…..sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku”   2 Korintus 12:9

No comments:

Post a Comment