Friday, June 26, 2009

"Ketidaksempurnaanku"- lanjutan Dibalik Gempa Jogja 2006, saat mulai mengenalnya..

Terus terang aku tidak tau apa itu sebuah “hubungan”, aku bahkan bingung apa itu cinta. Aku sangat bingung. Sembilan belas tahun aku bertanya terus, apa arti cinta dan hubungan, terlalu banyak jawaban tapi tak pernah memuaskanku. Tapi apakah iya ada sesuatu yang dinamakan cinta, jika cinta menyakitkan untuk apa ada ikatan? Jika ikatan hanya sebuah formalitas, apakah peran cinta itu penting?.

Sepertinya aku ingin lari dari istilah-istilah yang memberatkan itu. Istilah Cinta, Sayang atau Relationship. Entah apapun istilahnya, Aku selalu memberi kesempatan pada diriku untuk memahami dan melepaskan trauma buruk dalam hidupku. Itulah harapanku saat ini. Meninggalkan masa laluku dan melihat kedepan. Itu adalah bagian dari proses pembelajaran itu.

Aku adalah orang yang memiliki banyak impian, namun tak pernah memimpikan sebuah keluarga. Kehidupan yang aku lalui, aku merasa puas dan bersyukur. Aku tak yakin menjadi kekasihmu, apalagi bilamana membayangkan membentuk keluarga denganmu. Aku merasa dalam hidupku tak kan ada pernikahan.

Jika aku terus mencintaimu dan perasaan kita makin dalam. Aku takut malah hanya menyakitimu, karena aku hanyalah memberikan ketidakpastian dalam hidupmu. Setelah bertemu denganmu, aku bahagia sekali. Tiga tahun bersamamu aku juga takkan lupa kenangan detik bersamamu.

Selama ini aku menyediakan rumahku bagimu, tetapi aku seolah tidak pernah membawamu masuk jauh ke dalam kamar-kamar rahasiaku. Cukup di ruang tamu saja. Jika sekarang kamu keluar dan berdiri diluar pagar, tidak apa-apa, sebaiknya berjalan-jalan saja dulu melihat dunia diluar rumahku seperti apa.

Yakinlah bahwa Tuhan memberi segala sesuatu itu indah pada waktunya. Seperti Dia yang luar biasa memberi banyak ujian dalam hidupku. Aku tidak pernah tau kapan aku tersadar akan kebodohan ini. Sekarang, beri aku kesempatan untuk menjalani hidup berdasar kata hatiku. Biarkan hatiku yang memberi tahu jalannya seperti apa dan kemana dan kapan.

No comments:

Post a Comment