Thursday, January 8, 2009

Thank GOD

setahun yang lalu...

adalah saat pergumulan yang luar biasa

hari itu di awal tahun, di sebuah gereja

Saat sekelilingku khusyuk berdoa, suara-suara pujian dan permohonan berdengung memenuhi ruangan gereja.  Mensyahdukan suasana dimana rumah Tuhan bermegah. Lagu-lagu pujian berkumandang. Diantara sekian banyak orang-orang itu, aku sendiri terduduk. Menundukkan kepalaku dan perlahan air mataku menetes. Sebenarnya aku berusaha menahan...kalo mampu aku tarik tetesan air mata ini. Supaya aku nampak kuat. Aku nampak tegar. Tapi, bagaimana aku bisa bersikap terus menerus angkuh pada-Nya. Padahal Ia tau betapa tidak berdayanya aku. Saat itu, Januari 2008....

Sebuah gereja di Jogjakarta,  aku terdiam sendiri ditengah keramaian. Kepenuhan jemaat yang dapat pada malam doa semalam suntuk. Malam pengakuan dosa, saat penebusan dosa, waktu yang tepat untuk “jujur” pada Tuhan, malam resolusi tahun yang baru. Beberapa tetes air mataku mengalir, dan beberapa menit kemudian mengalir deras....

Engkau tau betapa aku lemah Tuhan, aku malu dan tidak layak. Aku bahkan tidak mampu untuk memohon ampun untuk kesekian kalinya...atau beribu kalinya...karena aku takut akan mengkhianati-Mu. Kali ini aku sungguh-sungguh menangis. Seorang wanita disebelahku menangis, dibelakangku pun menangis. Entah apa yang mereka tangisi, apa yang mereka ucapkan pada Tuhan. Seberat aku kah dosa mereka? Bahkan aku merasa diriku sangat tidak layak dihadapa-Nya. Bukan sekedar dosaku, tapi karena dosa yang aku lakukan berkali-kali. Aku hanya seorang yang berkedok wajah polos, aku hanya seorang yang bertopeng pada keramahan. Tapi dihadapan-Nya aku takut...sangat takut...aku melanggar larangan-Nya.

Aku sungguh-sungguh mohon ampun Tuhan...Ammmpppunniiii aku Tuhaaaannn!!-aku teriak dalam hatiku. Aku mencoba membuka mataku yang sudah membengkak, aku mencoba tenang, namun pikiranku selalu menghantui, aku tampak tenang padahal berteriak, bertanya pada diriku sendiri..siapa diriku yg ada saat ini dalam dimensi mendatang...

Tapi aku yakin pada-Nya, setiap tahun-tahun yang diberikan-Nya padaku adalah sebuah hadiah yang unik, yaitu pengalaman yang mendewasakanku, yang mengajarkanku bagaimana hidup di dunia yang fana ini. Tahun dimana aku keluar dari gerbang universitas menuju dunia kerja yang lebih nyata, yang lebih terjal, yang lebih kejam. Tapi bersama Dia, aku bisa melalui-nya.

Setahun kemarin, adalah tahun milikku, setahun kemarin adalah jawaban doa-doaku, setahun yang lalu Ia bekerja luar biasa buatku...

sekarang....beralihlah tahun menjadi tahun yang baru…

aku tidak khawatir, karena aku tau rencana-rencaNya bukanlah rencana yang jahat, melainkan rancangan yang mendatangkan damai sejahtera.

Sampai saat ini, tidak henti-hentinya aku mengucap syukur pada-Nya

thank God..!!!!

No comments:

Post a Comment