Thursday, January 8, 2009

Kubawa kemana arahku?


Sepertinya Lucifer terus menggunakan berbagai caranya untuk menghancurkanku, ..

Dia terus mencari ruang celah kesempatan yang mencuci otak dan kedaginganku, sehingga aku jatuh...

Dan berkali-kali aku jatuh, gagal dan lari daripada-Nya.

 

Dan aku telah menghancurkan semua, dan yang tersisa hanya penyesalan...

Waktu itu mataku mulai memerah, jantungku berdetak keras, tenggorokan sakit rasanya..

Pikiranku dibayangi oleh hal-hal yang negative,

Yang tersisa kembali lagi “sebuah penyesalan”..

Dan saling merintih menangis...”Ya Bapa ampuni aku!”

 

Aku tau bahwa menjadi ranting yang kuat perlu di pupuk dan disiram,

Aku tau bahwa menjadi buah yang ranum perlu bibit yang sehat dan batang yang kuat.

Semua butuh proses dan disiplin ..

Langit tak selalu biru, jika cuaca cerah setiap saat lalu kapan mendung? Bukankah mendung memberi pertanda hujan kan datang..bumi perlu air untuk disegarkan..mengapa harus takut dengan perubahan cuaca?

 

Begitu pula masa...

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya. Ada saat untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk  mencabut yang ditanam, ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun, ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa, ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari, ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara.

 

Kemana arahmu?

Aku hanyalah sungai yang mengalir mengikuti arah yang Dia tunjukkan padaku.

Terkadang aku jatuh,

Saat itu pula aku bangkit ...

Aku tidak mudah menyerah, karena setiap saat aku belajar ..

Sekarang aku tidak bingung kemana arahku

Karena rancangan yang baik Dia berikan padaku

2009 akan menjadi milikku... aku yakin kesuksesan ada dalam genggamanku...

 

No comments:

Post a Comment