Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir - bibir manusia.
Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian, manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya. Ibu adalah penegas kita dikala lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi. Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
:+: Khalil Gibran :+:
Syair manis yang benar-benar menegaskan betapa engkau ibu sungguh sosok yang paling kukagumi dalam hidupku. Engkau adalah sumber inspirasi dan motivasi di sepanjang hidupku. Kegagalanmu dan kesalahanmu sebagai manusia tidak menepiskan aku dari rasa banggaku padamu. Biarlah mereka berkata-kata dan menghakimimu sebab mereka tidak mengenalmu. Aku mengenalmu dan mendengar jeritan hatimu. Aku begitu dekat, sejak dalam janinmu, aku tau persis siapa dirimu. Sosok yang luar biasa yang tidak pernah kutemui pada sisi perempuan manapun didunia ini. Tegarmu lah yang menginspirasiku dan membawaku untuk berusaha maju menggapai cita-citaku.
Special to: Kumala Djuwita Mihing
No comments:
Post a Comment