Tuesday, July 15, 2008

oase-ku

Kesedihan dan kesenangan itu berasal dari sumber mata air yang sama
Demikian pula saat kau merasakan kesenangan itu di ruang tamu, kesedihan itu sedah menunggu di pembaringan.

                                                                        -mungkin Gede Prama, mungkin Kahlil Gibran_


Malam itu aku berbalik, menghadapkan wajahku dan menatap dia, wajahnya tampak remang tersapu cahaya rembulan. Meski tak tampak jelas, tapi kubaca jelas tatapan mata itu.
Tepat saat itu kuputuskan untuk menjawab semua …

Aku tidak tau apa yang telah aku putuskan. Tepat atau tidak. Benar atau salah. Yang aku tau jawabanku adalah suara hatiku.

Angin malam berhembus
Lirih ingin menyapa
Coba merasakan
Semilir kehadiranmu
Tuhan ku tanya cinta
Kemana arah dan tujuannya


Biarkan aku menikmati duniaku denganmu
Tanpa dibayangi oleh takut
Tanpa di hantui oleh trauma
Tanpa bayang-bayang mereka
Tanpa teriakan dan pemberontakanku
Jawaban malam itu adalah implementasi dari rasa ingin tenang-ku
A-K-U  ingin damai
Bersama kamu
Aku menikmati duniaku.

dia meneduhkanku
Aku sakit, dan semakin kronis…
Aku butuh obat
Dadaku semakin sesak, setiap organ tubuhku digerogoti oleh virus kebencian
Dan bakteri kesakithatian…
Tulang-tulangku yang keropos rohani


dia membuatku merasa nyaman
Karena aku merasa bahagia, mungkinkah ini hanya sebuah fatamorgana
Kalaupun aku sedang menikmati air oase, biarkan aku lepas dahaga.
Dia yang memberiku oase
Entah hanya sementara  atau selamanya …


dia mencoba membuatku aman
pagi itu …
Tiba-tiba sebuah kecupan mengenai keningku
Aku terbangun, sambil mencoba menyadarkan diri dari rasa kantuk
dia ada di hadapanku
“Selamat ulang tahun sayang”, itulah manisnya ulangtahunku yang ke-22.


dia menghangatkanku dalam setiap pelukannya
Dia membuatku sangat terbuai
Seperti apa yang pernah tertulis dalam puisi si gadis kecil
“Peluk aku….peluk aku sampai tulang-tulangku remuk
Peluk aku dan jangan lepaskan lagi…”


dia menjadikanku begitu berharga
aku kira dia akan menyerah sama seperti pria lain
tanyaku…..apa yang kau katakan pada dirimu sendiri malam itu
janji apa yang tersimpan persis dua tahun lalu?

dia memberi sentuhan kelembutan tatapannya meneduhkanku.
Genggaman tanganmu
Bisikan “aku sayang kamu”
Pelukanmu
Kecupanmu
Biarkan menjadi oase bagiku…apakah hanya fatamorgana?

2nd anniversary

No comments:

Post a Comment