Tatkala semua diperoleh dengan mudah
Asa dan mimpi instant menjadi nyata
Tak ada lagi yang perlu di hayati
Jadi tanpa hikmah, tanpa rasa….kosong
Dengan demikian,
Bukankah kita perlu berjuang keras dan berlapang dada menerima kegagalan?
”Setelah kegagalan dan kesedihan itu berlalu,barulah terasa kalau kegagalan adalah salah satu bekal kehidupan sukses mendatang”
Juni 2000
Mimpi atau ambisi.....
Mungkin mimpi & cita-cita....mungkin pula ambisi..
Meraihnya saja butuh perjuangan,...
Mengatur waktu sebaik mungkin.. pagi sekolah, siang les di sekolah, sore les di bimbel, malam mengerjakan PR dan latian ujian UAN...
...adalah impianku atau ambisi? Melanjutkan sekolah di sebuah SMU terkenal di pusat kota Malang ...
tapi ambisi sekedar ambisi, jika tak diraih rasanya beribu balok seberat baja beton menindih tubuh kecil-ku. Puff, gagal memasukinya...
sedih? Pasti! Kecewa? Pasti! Segudang pertanyaan? Pasti! Ciut hati? Pasti!
Tapi malaikat kecil itu berbisik lembut mengatakan: ada sesuatu yang Tuhan berikan jauh lebih baik untukmu ...
Sekolah di SMU yang bukan menjadi impian mungkin biasa-biasa saja, tidak ada kebanggan, tidak ada spirit, tidak ada chemistry....
Sedikit demi sedikit Dia membawaku pada sebuah eksistensi diri ..
Yang membuatku berada dalam suatu titik kebebasan dalam berekspresi, mengubah karakterku yang introvert, dan sumbangsih prestasi pada sekolah itu.....
Saat melangkah meninggalkan gerbang sekolah itu,
Kembali ku sadari, Dia punya rencana hebat buatku...
Aku berkarya untuk mereka, aku belajar dari mereka, aku berprestasi untuk mereka, aku meninggalkan ”andil” untuk mereka....
Dia punya rencana yang baik melalui kegagalan itu menuju kesuksesan.....
Aku terlalu bangga bersinggah 3 tahun di sekolah itu...
Juni 2003
Sekedar impian
Mungkin mimpi & cita-cita....mungkin pula ambisi..
Ah...hanya sekedar keinginan..
Hanya saja aku jauh lebih berserah....Universitas mana yang akan Dia tempatkan untukku
Harapannya di Universitas “itu” di sebuah kota di Yogyakarta..
Tapi keinginan hanya sekedar, jika tak diraih rasanya ketakutan dan kegelisahan merobek-robek alam pikiranku. Puff, gagal memasukinya...
sedih? Pasti! Kecewa? Pasti! Segudang pertanyaan? Pasti! Ciut hati? Pasti!
Tapi malaikat kecil itu berbisik lembut mengatakan: ada sesuatu yang Tuhan berikan jauh lebih baik untukmu ...
Ternyata, kesekian kalinya aku sekolah di tempat yang semula tidak kuharapkan....
Sedikit demi sedikit Dia membawaku pada sebuah eksistensi diri ..jauh...jauh lebih dewasa..............
Yang membawaku menjadi sumber daya manusia siap pakai...bekal kemampuan akademis dan praktis. begitu luar biasa sekelilingku....begitu hebat...sehingga menstimulasi agar aku terbius oleh kehebatan itu...mampukah? yah aku mampu....
Saat melangkah meninggalkan gerbang Universitas itu,
Kembali ku sadari, Dia punya rencana hebat buatku...
Dia punya rencana yang baik melalui kegagalan itu menuju kesuksesan.....
Aku terlalu bangga bersinggah 4 tahun di kampus itu...
Oktober 2007
Bukan lagi impian...
Bukan lagi ambisi....
Pengalaman itu mengajarkan aku berserah....
Dalam doaku bukan lagi ini dan itu....dalam doa ku.”Tempatkan aku di ladang selanjutnya yang Kau kehendaki, agar aku boleh berkarya bagi sesamaku lebih banyak lagi....”
Aku sempat gagal dalam sebuah test...
Puff, gagal memasukinya...
sedih? Tidak! Kecewa? Tidak! Segudang pertanyaan? Tidak lagi! Ciut hati? Tidak sama sekali!
Hati kecilku terlebih dahulu berbicara pada malaikat kecil itu: ada sesuatu yang Tuhan berikan jauh lebih baik untukku ...
be brave, sober and steady...
ReplyDeleteoptimis... :)
good article, nice one...thank u for sharing :)