kulepaskan keangkuhanku
kutanggalkan segala pemikiranku
dan aku berlutut dihadapan yang Kuasa
mengakui ke-AKU-an ku, sungguh sombong!
aku menangis dihadapanNya
karena aku merasa selama ini benar
padahal SALAH
aku berjalan menurut jalanku
segumpal awan gelap dengan halilintar itu perlahan berganti menjadi sinar mentari yang muncul dari kejauhan
aku ditempa untuk diubah menjadi bijak
aku menunggumu sampai hari berlalu
berdoa dalam sedih dan sukamu
engkau adalah bayang-bayang
yang akan datang ketika aku sudah lulus dari ujian HIKMAT
dan mentaripun bersinar!
No comments:
Post a Comment