Sunday, July 29, 2012

menunggumu

kulepaskan keangkuhanku

kutanggalkan segala pemikiranku

dan aku berlutut dihadapan yang Kuasa

mengakui ke-AKU-an ku, sungguh sombong!

aku menangis dihadapanNya

karena aku merasa selama ini benar

padahal SALAH

aku berjalan menurut jalanku

segumpal awan gelap dengan halilintar itu perlahan berganti menjadi sinar mentari yang muncul dari kejauhan

aku ditempa untuk diubah menjadi bijak

aku menunggumu sampai hari berlalu

berdoa dalam sedih dan sukamu

engkau adalah bayang-bayang

yang akan datang ketika aku sudah lulus dari ujian HIKMAT

dan mentaripun bersinar!

 

 

 

No comments:

Post a Comment