Bulan Januari penuh kejutan. Kejutan yang merupakan sebuah perubahan. Sebuah kehidupan yang baru. Tapi ga semua kejutan ini berupa tangis bahagia, tapi sekaligus tangis sedih. Mungkin Gede Prama benar bahwa Kesedihan dan kesenangan itu berasal dari sumber mata air yang sama. Demikian pula saat kau merasakan kesenangan itu di ruang tamu, kesedihan itu sedah menunggu di pembaringan.
Kejutan pertama yaitu aku diterima di sebuah NGO di Bandung. Ya, Bahagia sekali karena akan mendapat tantangan baru, tempat kerja baru, teman-teman baru, dan tentu masa depan yang lebih baik. Bercampur sedih tentunya, karena harus meninggalkan kota Palangka Raya. Meninggalkan tempat kerja dimana aku belajar banyak, tempat kerja dimana teman-teman kantor seperti keluarga bagiku, dan juga petualang-petualangan yang menggetarkan di tanah Borneo. Sedih juga bakal meninggalkan radio tercinta, meninggalkan sahabat pendengar yang selalu stay tune. Semuanya ini akan menjadi kenangan yang membahagiakan selama di Palangka Raya, menjadi conservationist dan announcer. Memang saat-saat yang mengharukan adalah PERPISAHAN. Dan inilah kejutan kedua.
Mungkin ini sebuah keputusan yang berat, tetapi untuk saat ini tidak ada cara lain selain memutuskan sebuah hubungan yang sudah lama terbina 5,5 tahun. Putus
adalah PERPISAHAN. Putusnya aku dengan cowokku bukanlah sesuatu yang tiba-tiba, tetapi sudah melewati sebuah proses pemikiran dan diskusi yang panjang. Toh kami sudah menjalani hubungan jarak jauh Palangka Raya-Jogja selama 4 tahun, itu bukanlah waktu yang sebentar untuk mempertahankan sebuah hubungan. Kami berdua memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan inipun dengan baik baik, tidak ada benci, pertengkaran ataupun amarah. Tetapi kesemuanya setelah semua proses introspeksi diri satu sama lain, pertimbangan yang sangat matang, dan saling ingin membahagiakan satu sama lain.
Sedih?
Jelas sedih, menangis?
Jelas menangis. Siapa yang menyukai PERPISAHAN, tentu saja itu mengharukan. Terlalu tipis memilih cinta dan realita. Mentok, tinggal memilih. Tapi satu hal yang aku yakini, ini PILIHAN YANG TERBAIK. Pilihan yang terbaik bagiku untuk pindah pekerjaan untuk masa depan yang lebih baik, pilihan yang terbaik bagiku pula untuk kembali menjadi joblowati
untuk melepaskan hubungan yang tak bisa dipertahankan lagi.
PERPISAHAN, membayangkan saja sebenarnya bikin gelisah. Tapi satu hal yang kupelajari, ini bukan akhir dari segalanya, namun awal dari segalanya. Bijaksana saja. Tetap tenang karena ada yang menopangku dengan sayapNYA
.
"berakhir di Januari....." - Glenn Friedly-
"berakhir di Januari....." - Glenn Friedly-
Palangka Raya, Januari 2012
Selamat datang pada kehidupan yg baru, Bu :) - jean -
ReplyDelete