Monday, February 7, 2011

menjadi pemenang

untuk seorang wanita yang sedang bersedih

hati saya sakit, ingin menitikkan air mata rasanya ketika baru saja membaca sms ini:

"suamiku buangkrut, saat ini untuk makan aja kita gk ada apalg untuk pemper anakku, tp aq hrs kuat n bangkit untuk keluargaku. Tuhan sayang kok ma aq, makannya aq diberi cobaan seperti ini".

entah kenapa perasaan saya jadi ikut sakit. Sedih meratapi seseorang yang dihadapan saya ketika itu nangis tak terbendung. saya ingin tahan..menahan tetesan air mata.

"Tuhan itu gak pernah sedikitpun kasih cobaan buat kita. Yang terjadi hanya Kasih Karunia yang dari Tuhan itu selalu terhambat atau terpental karena kerap kali kita manusia meninggalkan Tuhan. Semua orang punya hak yang sama beroleh berkat berlimpah yang dikasih secara cuma-cuma dari Tuhan. Hanya terkadang manusia terlalu sombong dan memegahkan diri. Rendahkan dirimu dulu dihadapa Tuhan, mohon ampun", jawabku.

"Iya, kadang aku mikir kenapa aku dari dulu sampai sekarang dijahatin terus sama orang. Aq bingung kenapa orang-orang disekitarku berbuat begitu padaku. Aq harus bilang sama siapa, semua aq pendam sendiri, jadi sumpek", katanya.

"Aq ga percaya Tuhan merencanakan hidupmu merana!, setiap orang berharga dimata Tuhan. Maka acuhkan saja bagaimana sikap orang lain terhadap kita, rubah diri sendiri dulu sebelum minta Tuhan merubah orang-orang disekitar kita. Jangan mencari dan mengharapkan damai sejahtera itu dari orang lain, carilah damai sejahtera pada Tuhan". Malam ini saya masih memikirkan dia, terus dan terus menerus memikirkan dia. Saya ingin berdoa buat dia. Mengucapkan apa yang ingin saya katakan buat dia.

"Jangan bersungut-sungut, mengadu pada Tuhan. Ketok, minta, cari maka dirimu akan dapatkan. Tuhan itu baik banget mbak. Bahkan lebih baik dari ekspetasi kita".

Bukankah kita dilahirkan sebagai pemenang. Diri kita sangat berharga dimata Tuhan. Bahkan burung pipit dan bunga bakung yang tak pernah menabur dan menuai saja dipelihara oleh Tuhan, apalagi kita yang diciptakan sempurna dan segambar dengan Dia.

Memang Tuhan tak menjanjikan langit selalu biru. Tetapi ditengah badai dan topan keraspun, ada Tangan yang mengangkat kita menghadang dengan berani. Dan terpaan apapun takkan mempan karena Tuhan didepan kita.

Maka keluarkan sebagai pemenang!

No comments:

Post a Comment