Monday, March 9, 2009

Nama-nama Banjiri Sinetron Indonesia

Si Lia tayang jam 18.00, jeng Sekar main jam 19.00, trus giliran Allisa yang tampil di jam 20.00, terakhir pukul 21.00 mba Rafika yang tampil. Eh, mulai hari ini si Lia di ganti ama Nikita....trus kapan giliran Inem, Nana, Rini, Shasha, Tety, Rachel dan cewek-cewek lainnya ikutan nyempil di judul sinetron?

Saya jadi heran, ini sebenarnya kreatif gak sie? Buat judul sinetron ajah cukup pakai nama pemain utamanya. Pasti dijamin nama yang menjadi pemain utama ini dijalan ceritanya selalu “CANTIK” dan “TERANIAYA”, beginilah kurang lebih wajah sinetron Indonesia. Saammmaaaaaaaaaaaa semua nadanya. Yang baik teraniaya, yang jahat nanti menganiaya yang baik, dan yang mengejar si cantik dan teraniaya ini pasti lebih dari satu cowok. Trus konflik deh, di ending cerita yang teraniaya agar berakhir bahagia sedangkan yang menganiaya berakhir meninggal, gila, masuk penjara, dll. Bisa di tebak deh.........................

Modal jadi pemain sinetron juga ga repot kok. Yang jadi protagonist cukup pintar nangis dan tampang polos/baik-baik ajah, sedangkan yang antagonis cukup bermuka garang. Kasian banget yakz yang jadi pemain utama ini, sepanjang jalan ceritanya hidup dengan penderitaan terus karena si antagonis juga gak kehabisan akal untuk menyusahkan si protagonist dengan berbagai cara sehingga banyak adegan-adegan yang ga mendidik seperti pencobaan pembunuhan, kekerasan hingga makian.

Kayaknya dikehidupan sebenarnya kita gak segitu-gitu amat deh....malah mengamati sinetron ini justru bikin ngakak..ngakak karena gak masuk akal.......plus salut..salut banget...karena pinter ngibulin penonton-penonton yang fanatic terhadapnya. Khawatir juga sie...khawatir akan hegemoni media, pengaruh buruknya yang dapat ditiru oleh anak, remaja maupun orang dewasa. Hegemoni sinetron memberi perangkap bagi penontonnya untuk tidak lepas dari depan televisi pukul. 18.00-22.00 persisi di depan televise “sinetron” ini. Ditakutkan akibat jangka panjang dapat membuat subordinat/penindasan/peng-objek-an terhadap perempuan semakin meninggi.

Sekali kali hanya ingin berkata “ah bodohnya wajah sinetron kita ini...!”

No comments:

Post a Comment