Sunday, May 4, 2008

Menelusuri hutan dan sungai Kalimantan, temukan keagungan-Nya.

Wow, selamat, sudah seminggu yah di tanah Borneo. Pulau yang punya sejuta pohon dan orang utan. Pertama kali landing di bandara Tjilik Riwut, it was nothing special. I ever been to Palangkaraya before, the hot city, pokoknya susah nyari segala sesuatu yang dibutuhkan, hiburan pun tak ada waktu itu. Hal itu yang membuatku tidak terlalu interest saat mendarat pertama kali di Palangkaraya. Yang bikin shock adalah disini ga ada bioskop 21, ga ada coffee shop, ga ada channel Trans TV, Trans 7, ANTEVE, TVoNe dan indosiar. Waduh, lack of entertainment deh termasuk juga lack of services, Karena pelayanan baik di rumah makan, angkot, fasilitas umum, hotel  dan beberapa hal lain sulit ditemukan. Masyarakat kurang banyak memahami pentingnya hal tersebut. Perkembangan ekowisata dan pelayanan umum di Kalimantan Tengah sangat lambat, mungkin itu juga yang sejajar dengan rendahnya taraf hidup masyarakat disini.

Beberapa hari menginjakkan kaki disini, menelusuri setiap bagian di wilayah Kalimantan Tengah, baru aku menyadari keindahan alam yang Tuhan berikan. Hutan yang sangat virgin, namun sedikit demi sedikit terjamah oleh manusia. Sayang sie, tapi beberapa bagian masih nampak begitu manis di lihat. Kamu tidak akan menemukan ini semua di jawa, kamu hanya akan temukan di luar jawa, hutan gambut yang selalu basah, orang utan yang bergelantungan di setiap pepohonan, dan burung Egang yang berterbangan melintasi awan, sesekali kamu akan melihat perahu dayung milik nelayan yang sedang mencari ikan.

Tidakkah terpikir bagaimana luar biasanya dibalik hutan lebat didalamnya, rahasia yang hanya akan membuat kamu berdecak kagum. Dengan keindahan flora eksotik (106 jenis tanaman), dan kekeyaan fauna langka (163 jenis burung & 35 jenis mamalia) khusus di taman nasional Sebangau saja. Kebayang dunk bagaimana luarbiasanya daerah yang lain. Kamu akan mencintainya jika kamu mengenalnya, kamu akan merasa memilikinya dan ingin melindunginya agar anak dan cucu-mu ikut merasakannya pula. Caranya hentikan illegal logging dan selamatkan pohon di hutan Kalimantan, biarkan tanah gambut tetap basah karena jika kering maka kebakaran hutan akan terulang lagi, dan stop pemburuan liar terhadap orang utan.

No comments:

Post a Comment