Tuesday, March 27, 2007

si kecil tira

semua hanya bermula dari..
pagi itu....

si kecil tira sedang asyik menatap sang mama yang tengah asyik berdandan
mataku memperhatikan setiap gerak-geriknya dalam pantulan cermin itu
blazer merah marun dipadukan rok span mini, membuatku terkagum-kagum
wah betapa cantiknya mama...
selalu kala pagi..aku terus memperhatikan wanita itu
em....
waktu itu aku berseragam merah putih....

menjelang malam, aku selalu menantinya .
dia tidak kunjung datang ..
hingga semakin larut aku terus menunggunya
menunggu suara ketukan langkah high heels-nya
dan aku berharap ia membawa sekotak ice cream atau chiki sebagai oleh-oleh

aku ngantuk...
mataku dah lelah
tapi aku ingin terus menunggu
mungkin mama akan membawa banyak ice cream
atau setidaknya kue kecil, atau makanan apapun yang enak
aku yakin malam ini mama akan lebih cepat kembali

aku lelah dan mengantuk,
sepertinya aku asyik tertidur pulas
tapi pikiranku terus bekerja
coba bayangkan si kecil Tira sedang berpikir keras (hi.hi)
"akan jadi apakah aku besar kelak?", bisakah aku seperti mama ..yang bekerja diluar.. menjadi wanita karier "wah sepertinya keren...he.he.."
"Aku ingin seperti dia"

itulah yang terus terekam hingga seragamku abu-abu putih
.............
life is so cruel
ada banyak peluru yang harus kamu siapkan Tir,
maka mulai sekarang kamu harus menabung
hingga saat berperang
KAMU BISA MENANG!!!!


saat ini...
aku menginjak suatu masa yg menuntutku dewasa
aku kuliah
aku bekerja

saat aku pernah melihat tetesan matanya
saat aku melihat tegarnya dia
saat aku pelajari kepolosannya
saat aku tau dia hanya wanita biasa
dia hanya wanita lemah
semua kekaguman itu musnah
bergantikan...


bukan lagi blazer, high heels dan rok spannya itu lagi ...
bukan image perkasa-nya dalam berkarier
bukan kegigihannya membesarkan anak2nya
bukan itu lagi

tapi dia yang kukukagumi sekedar
keTEGARannya disaat JATUHnya

No comments:

Post a Comment