Sunday, January 14, 2007

Jogja

Jogja,

Atmosphere kota Jogja hari pertamaku terasa gerah banget, panas matahari menyengat kota yang sarat akan budaya dan pelajar itu. Geliat suara sepeda motor saling bersaing melewati jalan-jalan sempit disekitar Gejayan. Aku berusaha berjalan dipinggir, mencoba menerjang melewati ramainya kendaraan yang bersliweran, hingga sukses menyebrang memasuki Jl. Mozes Gatut Kaca.

Kota Yogyakarta,

3 tahun lebih aku menghirup udara kota yang paling enak *serius dan testimoni neh…* buat kuliah ‘n belajar ini. Setiap sisi ruang jalan kita akan menemukan mahasiswa, baik yang jalan kaki hingga kendaraan. Mereka sedang mengadu masa depan di sini, mereka sedang belajar hidup mandiri disini, mereka mencoba mengawali sebuah era baru bagi hidupnya mengenai makna hidup untuk menjadi lebih dewasa, mereka adalah mahasiswa…….

Malam Jogja,

Aku tidak pernah mengira bisa menikmati betul kehidupanku disini. Aku juga tidak pernah menyangka bisa menikmati dunia malam kota yang berselubungi budaya dan tradisi ini *dubrak….dunia malam???kesannya jual diri yakh…*. Tapi ini adalah Yogyakarta, dipenuhi oleh bejibun mahasiswa yang asyik merasakan euphoria-nya jauh dari tekanan dan aturan rumah. Kebebasan mencicipi dunia gemerlap tempat2 yang terjangkau oleh mahasiswa. Suatu hari..tempat malam itu disebuah kafe yang terletak di jalan Magelang, suatu kawasan yang cukup padat dipenuhi tempat hiburan. Sodoran menggiurkan JackD dan Tecquilla yang menghangatkan tubuh malam itu. Dipanaskan dentum musik techno yang membawa adrenalin kita lebih bergerak ekspresif menjadikan malam milikku seutuhnya. Tawa keras orang-orang disampingku, dibeberapa pojok ruang beberapa pasangan asyik bercumbu. Nuansa remang dan panasnya alkohol membawa libido kita naik dan naik……Sementara di dance floor  semua clubber saling beradu gaya, olah raga malam hingga keringat membasahi seluruh tubuh. Aku dikenalkan oleh beberapa teman baru, diantaranya beberapa cewek yang berdandan seksi, wajahnya kemerah-merahan, nampaknya dia cukup banyak minum 2 pitcher long island. Dia berasal dari salah satu kampus swasta di Jogja yang mewajibkan mahasiswi menggunakan jilbab, tapi malam itu entah dia menjadi dirinya yang sesungguhnya atau hanya menjadi topeng, tapi gadis itu benar-benar sudah tak sadar. Aku kira akan bertahan untuk tetap sadar hingga pagi hari kami pulang, tapi malam itu aku jackpot lagi, entah berapa pitcher yang sudah kuhabiskan, tapi yang kurasakan betapa nikmatnya tubuhku melayang-layang hingga diriku rebah tak sadarkan diri

Pagi,

Inilah pagi, duniaku yang berbeda, duniaku sebagai anak kampus yang punya predikat sebagai aktivis. Aku yang dikenal serius dan rajin kuliah J. Hari ini aku harus kembali melihat schedule organizer-ku, men-cek semua jadwal rapat organisasi-ku hari ini, men-cek tugas2 apa yang belum terselesaikan dan jadwal kuliah hari ini. Dan setiap hari begitulah yang kulakukan!!setiap hari!

Kuliah di kampusku emang gila-gilaan. Gila di tugasnya, gila di tambahan mata kuliahnya, gila di duit SPP he..he….., disemester awal adalah masa-masa yang berat buatku bisa menjalani semua itu. Pernah disuatu semester aku hampir ga pernah ngumpul bareng teman-teman kost gara-gara sibuk berkutat dengan tugas-tugas kuliah. Teman-teman kost hanya menggeleng kepala, padahal kami biasa kumpul bareng, ngrumpi ‘n nonton bareng. Kebayang kan bisa ampe tengah malam….

Tentang Angkringan,

Tapi jogja emang unik, dimana-mana mahasiswa, dimana-mana angkringan. Ini bukan lagi tempat yang dianggap kelas menegah kebawah, tapi tempat yang khas menyedikan “nasi kucing” ini memang didatangi pejalan kaki, pengguna kendaraan beroda dua hingga empat. Unik bukan!!!Tapi untuk bisa nikmatnya angkringan berada pada selang waktu malam hingga subuh, biasanya mereka yang suka clubbing malah mampir dulu ke angkringan menghabiskan waktu hingga subuh.

Jogja memang tidak mengenal perbedaan status. Tidak mengenal gengsi gede-gedean….disini semua orang membaur, baik mahasiswa kaya, sedang, miskin. Jogja memang kota mahasiswa.

No comments:

Post a Comment